Senat UTM Setujui 3 Prodi Baru Keislaman: HBS Resmi Menjadi HES

Berita 14 Apr 2026 13:57 2 min read 7 views By Redaksi
Senat UTM Setujui 3 Prodi  Baru Keislaman: HBS Resmi Menjadi HES
Senat Setujui 3 Prodi Baru Keislaman: HBS Resmi Berubah Nomenklatur Menjadi HES

Madura — Senat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) secara resmi menyetujui pembukaan tiga program studi (prodi) baru berbasis keislaman dalam rapat senat universitas yang digelar baru-baru ini. Dalam forum yang sama, juga disepakati perubahan nomenklatur Program Studi Hukum Bisnis Syariah (HBS) menjadi Hukum Ekonomi Syariah (HES).

Ketua Senat UTM, Prof. Dr. Mohammad Nizarul Alim, M.Si., Ak., CA., menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan dan pertimbangan matang dari seluruh anggota senat universitas. “Berdasarkan rapat Senat Universitas, tiga program studi baru berbasis keislaman telah disetujui, yaitu Magister Ekonomi Syariah, Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Hukum Keluarga Islam (HKI). Selain itu, perubahan nomenklatur dari Hukum Bisnis Syariah menjadi Hukum Ekonomi Syariah juga telah disepakati sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan keilmuan dan regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi, SH., MH., dalam arahannya menegaskan bahwa pembukaan prodi baru ini merupakan langkah strategis universitas dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan keilmuan berbasis nilai-nilai keislaman. Sementara itu,

Dekan Fakultas Keislaman, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.EI., menyampaikan kesiapan fakultas dalam menindaklanjuti keputusan tersebut. Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pemenuhan dosen sesuai bidang keahlian, hingga penguatan jejaring kerja sama. Rapat senat turut diakhiri dengan diskusi dan masukan dari para anggota senat guna memastikan kualitas dan keberlanjutan program studi yang akan dibuka.

Selanjutnya, usulan pembukaan prodi baru tersebut akan diajukan kepada Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) untuk memperoleh izin operasional. Dengan disetujuinya tiga prodi baru serta perubahan nomenklatur tersebut, UTM semakin menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan tinggi keislaman yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Chat with us on WhatsApp