Dari Penguatan ke Ekspansi: Rektor UTM Siap Hadirkan Prodi Keislaman Baru

Berita 11 Apr 2026 10:47 2 min read 7 views By Redaksi
Dari Penguatan ke Ekspansi: Rektor UTM Siap Hadirkan Prodi Keislaman Baru
Fakultas Keislaman Siap Hadirkan Prodi Magister Ekonomi Syariah dan Prodi baru lainya berbasis ilmu keislaman.

 

 Baru Madura — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menunjukkan langkah progresif dalam pengembangan keilmuan berbasis keislaman. Hal ini tercermin dalam kegiatan asesmen lapangan Program Studi Magister Ekonomi Syariah Fakultas Keislaman UTM yang digelar pada Jumat (hari ini), sebagai bagian dari penguatan mutu akademik sekaligus pijakan menuju ekspansi kelembagaan.

Kegiatan ini menghadirkan asesor Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A. dan Dr. Misbahul Munir, Lc., M.E.I., serta Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A.

Dekan Fakultas Keislaman UTM, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I., menegaskan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan tinggi keislaman yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Momentum ini sekaligus menandai arah baru pengembangan institusi. Dalam sambutannya,

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi, S.H., M.H., menegaskan bahwa setelah penguatan program studi yang ada, langkah berikutnya adalah ekspansi akademik. Fakultas Keislaman didorong untuk membuka program studi baru berbasis keislaman yang telah dipersiapkan secara matang. Bahkan, ditargetkan empat program studi baru dapat dibuka pada tahun ini sebagai bagian dari strategi pengembangan institusi.

Langkah tersebut dipandang sebagai upaya strategis dalam memperluas kontribusi UTM, tidak hanya dalam konteks lokal, tetapi juga dalam menjawab kebutuhan nasional terhadap pengembangan keilmuan Islam yang integratif.

Sementara itu, Prof. Sahiron Syamsuddin dalam arahannya menekankan bahwa asesmen lapangan harus menjadi momentum refleksi dan penguatan mutu, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Ia juga mendorong penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi sebagai kunci melampaui standar nasional.

 Senada dengan itu, asesor Prof. Tulus Suryanto menegaskan pentingnya objektivitas dan transparansi dalam proses penilaian, sehingga hasil asesmen dapat menjadi pijakan strategis bagi pengembangan program studi ke depan. Rangkaian kegiatan meliputi penelaahan dokumen, diskusi akademik, serta penandatanganan berita acara sebagai bagian dari evaluasi komprehensif. Melalui proses ini, UTM tidak hanya memperkuat mutu, tetapi juga menegaskan langkah ekspansif dalam pengembangan pendidikan tinggi keislaman.

 Dengan arah yang semakin jelas—dari penguatan menuju ekspansi—UTM menempatkan dirinya sebagai institusi yang tidak hanya beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga aktif membentuk masa depan keilmuan syariah di Indonesia.

Chat with us on WhatsApp