Adakan Kuliah Praktisi, Ekonomi Syariah Fakultas Keislaman Hadirkan Pakar International

Berita 01 Apr 2026 06:27 2 min read 12 views By Redaksi
Adakan Kuliah Praktisi, Ekonomi Syariah Fakultas Keislaman Hadirkan Pakar International
Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen Fakultas Keislaman UTM dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan global di bidang ekonomi dan hukum Islam.

Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura kembali menghadirkan kegiatan akademik inspiratif melalui program “Kuliah Praktisi” yang mempertemukan mahasiswa dengan pakar internasional di bidang keislaman kontemporer. Kegiatan ini mengangkat tema “Maqasid Syariah dalam Fiqh Muamalah Kontemporer: Perbandingan Malaysia–Indonesia”, sebuah topik yang relevan dalam menjawab dinamika ekonomi dan hukum Islam modern.

Hadir sebagai pemateri adalah Imaduddin, Lc., MSh., PhD., seorang pensyarah dari Universiti Malaya yang memiliki kepakaran dalam bidang fikih dan usul fikih. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan perspektif komparatif antara praktik muamalah di Malaysia dan Indonesia, khususnya dalam pendekatan maqasid syariah sebagai landasan utama dalam pengambilan hukum. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula RKB C Fakultas Keislaman.

Kuliah praktisi ini secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa semester 4 sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik sekaligus wawasan global mereka. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Keislaman, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I., menegaskan pentingnya menghadirkan perspektif internasional dalam proses pembelajaran di lingkungan kampus. Ia menyampaikan bahwa kegiatan kuliah praktisi merupakan bagian dari strategi fakultas dalam menjembatani antara teori dan praktik, sekaligus membuka ruang dialog akademik lintas negara. “Tema maqasid syariah dalam fiqh muamalah kontemporer ini sangat penting, karena mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teks, tetapi juga mampu membaca konteks.

Perbandingan antara Malaysia dan Indonesia akan memberikan wawasan baru dalam melihat bagaimana hukum Islam diimplementasikan secara dinamis sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat kapasitas intelektual mahasiswa serta menumbuhkan sikap kritis dan terbuka terhadap perbedaan pendekatan dalam kajian hukum Islam. Menurutnya, lulusan Fakultas Keislaman harus memiliki daya saing global tanpa kehilangan akar nilai-nilai keislaman. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga wawasan praktis dari pengalaman langsung seorang akademisi internasional.

Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen Fakultas Keislaman UTM dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan global di bidang ekonomi dan hukum Islam.

Chat with us on WhatsApp