Perkuat Pemahaman Organisasi BEM Fakultas Keislaman UTM Gelar Upgrading
Bangkalan – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (BEM FKIS UTM) menggelar kegiatan upgrading bertajuk “Seputar Fakultas Keislaman” sebagai upaya memperkuat kapasitas dan pemahaman kelembagaan bagi para pengurus, Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Dinas Ketenagakerjaan Bangkalan ini diikuti oleh pengurus BEM FKIS 2026 dan dirancang sebagai ruang pembelajaran strategis untuk mengenal lebih dalam sistem, sejarah, serta dinamika fakultas. Dalam pemaparannya, narasumber utama, Dr. Abdur Rohman, M.E.I, menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap institusi sebagai fondasi gerakan mahasiswa.
“Mahasiswa tidak cukup hanya aktif secara organisasi, tetapi juga harus memahami bagaimana fakultas bekerja, agar kontribusi yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa fakultas bukan sekadar ruang akademik, tetapi juga ekosistem pembentuk karakter, pola pikir, dan arah gerak mahasiswa. Oleh karena itu, sinergi antara mahasiswa dan pihak fakultas menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kampus yang progresif dan aspiratif.
Selain itu, Dekan Fakultas Keislaman turut menyampaikan berbagai program unggulan fakultas yang dapat dikolaborasikan bersama mahasiswa. Program-program tersebut mencakup penguatan akademik, pengembangan riset keislaman, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan peran aktif organisasi kemahasiswaan. >
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi mahasiswa. Fakultas memiliki sejumlah program strategis yang akan lebih optimal jika dijalankan bersama mahasiswa, baik dalam bidang akademik, penelitian, maupun pengabdian,” ungkap Dekan FKIS. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi aktor utama dalam pengembangan fakultas.
Kegiatan ini juga membahas sejarah berdirinya Fakultas Keislaman, transformasi yang telah dilalui, hingga berbagai capaian yang berhasil diraih. Selain itu, peserta diajak untuk menggali identitas, budaya, serta prinsip yang menjadi ciri khas fakultas. Tidak hanya itu, forum ini turut mengulas berbagai tantangan yang dihadapi serta peluang pengembangan di masa depan, sehingga mahasiswa mampu membaca posisi dan peran strategisnya dalam mendukung kemajuan institusi. Menariknya, dalam sesi ice breaking, peserta diajak mengikuti permainan sederhana yang menggambarkan perbedaan cara berpikir dan perspektif antarindividu. Dari aktivitas tersebut, peserta menyadari bahwa satu instruksi dapat menghasilkan beragam pemahaman, yang menjadi refleksi penting dalam membangun komunikasi dan kerja tim di lingkungan organisasi. Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan upgrading ini diharapkan mampu melahirkan kader BEM yang tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga memiliki semangat kontribusi dan kepemimpinan yang kuat. >
“Harapannya, kader BEM FKIS ke depan tidak hanya aktif, tetapi juga visioner dan mampu menjadi jembatan antara mahasiswa dan fakultas,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BEM FKIS UTM optimistis dapat mencetak generasi mahasiswa yang lebih adaptif, kolaboratif, serta memiliki pemahaman mendalam terhadap peran strategisnya di lingkungan kampus.